Nggak bisa dipungkiri kalo perang dunia kedua udah ninggalin bekas luka bagi rakyat Jepang, apalagi sehabis dahsyatnya bom yang menjatuhi kota Hiroshima dan juga Nagasaki. Tapi masa kelam itu nggak lantas bikin masyarakatnya terpuruk, tapi justru lebih bersemangat buat bangkit. Fotografer bernama Takeyoshi Tanuma lalu mengabadikan pemandangan Jepang di zaman dulu yang memperlihatkan kebangkitan negeri sakura dari reruntuhan menuju modernitas.
Dilansir dari Vintag, fotografer Tanuma sendiri tergabung dalam majalah Sun News Photos sehabis lulus dari Tokyo Photographic College pada tahun 1949. Selanjutnya, doi mulai bekerja sebagai fotografer kontrak sama penerbit Shinchosha dan jadi kontributor buat beberapa majalah, salah satunya adalah majalah Geijutsu Shincho di tahun 1953. Beberapa saat setelahnya, doi jadi wartawan buat Time Life sejak tahun 1965 sampai tahun 1972.
Tanuma berpendapat kalo anak-anak adalah pusat dari karya dokumenter sosialnya. Hal ini dikarenakan doi menganggap kalo mereka adalah cerminan masyarakat itu sendiri.
Selain itu, doi juga mengabadikan foto anak-anak yang butuh bantuan di seluruh dunia di tahun 1984 didampingi sama seorang aktris bernama Tetsuko Kuroyanagi, yang merupakan UNICEF Goodwill Ambassador.
Doi pun ditawari jabatan sebagai seorang profesor di Tokyo College of Photography dan jadi presiden dari Japan Professional Photographers Society di tahun 1995. Saking kerennya, karya-karyanya yang berjudul Human Symphony pernah ditampilin di Tokyo Metropolitan Museum of Photography di tahun 2004. Gimana nih menurut kamu sendiri tentang beberapa hasil bidikannya di atas?
Dilansir dari Vintag, fotografer Tanuma sendiri tergabung dalam majalah Sun News Photos sehabis lulus dari Tokyo Photographic College pada tahun 1949. Selanjutnya, doi mulai bekerja sebagai fotografer kontrak sama penerbit Shinchosha dan jadi kontributor buat beberapa majalah, salah satunya adalah majalah Geijutsu Shincho di tahun 1953. Beberapa saat setelahnya, doi jadi wartawan buat Time Life sejak tahun 1965 sampai tahun 1972.
Tanuma berpendapat kalo anak-anak adalah pusat dari karya dokumenter sosialnya. Hal ini dikarenakan doi menganggap kalo mereka adalah cerminan masyarakat itu sendiri.
Selain itu, doi juga mengabadikan foto anak-anak yang butuh bantuan di seluruh dunia di tahun 1984 didampingi sama seorang aktris bernama Tetsuko Kuroyanagi, yang merupakan UNICEF Goodwill Ambassador.
Doi pun ditawari jabatan sebagai seorang profesor di Tokyo College of Photography dan jadi presiden dari Japan Professional Photographers Society di tahun 1995. Saking kerennya, karya-karyanya yang berjudul Human Symphony pernah ditampilin di Tokyo Metropolitan Museum of Photography di tahun 2004. Gimana nih menurut kamu sendiri tentang beberapa hasil bidikannya di atas?
0 komentar:
Posting Komentar