Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan calon gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan tak bisa memberhentikan dirinya dari posisi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Ahok, pihak yang dapat memberhentikan dirinya dari gubernur adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Anies enggak bisa pecat saya juga. Yang bisa mecat saya itu Mendagri atau Presiden," kata Ahok, di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (31/3/2017).
Ahok menengarai, Anies menggunakan kata "memberhentikan" sebagai sebuah kiasan. Ahok menjelaskan, Anies kini tengah ingin menggantikannya dari posisi gubernur.
Namun, seharusnya Anies tidak menggunakan kata "memberhentikan". Di dalam tata negara, kata Ahok, calon gubernur tak bisa memberhentikan gubernur.
"Kalau mau mecat saya tuh contohnya saat saya di-impeachment DPRD saat kasus pengadaan UPS. Itu juga mereka mesti sampai ke Mahkamah Agung dan Presiden, tapi gagal mecat gue juga DPRD waktu itu," kata Ahok.
Ahok mengatakan, Mendagri dan Presiden dapat memberhentikannya jika terbukti melakukan pelanggaran berat.
"Karena kita salah, ya bisa dipecat. Tapi (kata 'memberhetikan' yang disampaikan Anies) itu kan kata kiasan dia," kata Ahok.
Dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan pada Senin (27/3/2017) malam, pembawa acara Najwa Shihab sempat menyebut bahwa persepsi kepemimpinan Ahok adalah ceplas-ceplos, apa adanya, mudah marah, dan mudah memecat anak buah.
0 komentar:
Posting Komentar