Padahal biasanya ya kalo seseorang punya wajah cantik dan mempesona gitu pasti deh langsung jadi viral dan banyak hal positif yang dateng ke dia. Misalnya aja seorang pemadam kebakaran yang disebut paling cantik dan seksi sedunia, ato polisi Korea seksi yang ternyata mantan model ini. Tapi kisah yang dialami sama cewek satu ini malah sebaliknya.
Dilansir dari Metro, cewek berumur 24 tahun bernama Emma Hulse tiba-tiba dipecat sama alasan yang nggak jelas dari kerja paruh waktunya di salah satu perusahaan televisi swasta di London, Inggris. Alasan pemecatannya pun dinilai sama doi terlalu mengada-ngada dan nggak banget. Yaitu doi diberhentiin dari pekerjaannya karena dianggep terlalu cantik dan seksi! Waduh, emang salah ya?
Jadi ceritanya waktu itu doi lagi ngelakuin rutinitasnya sebagai pegawai di perusahaan itu kayak biasanya. Eh, nggak ada angin nggak ada hujan, doi malah disuruh pulang sama si (mantan) bos dan bilang kalo seharusnya Emma ada di atas panggung peragaan busana. Lantas dong Emma kecewa berat sama pemecatan itu, apalagi alasannya karena dirinya terlalu cantik. Bahkan doi sempet berpikir apa dirinya udah mengganggu konsentrasi karyawan lain di tempatnya bekerja
“Padahal aku berpenampilan sewajarnya, pakai celana panjang dan kemeja. Aku merasa kecewa banget karena tiba-tiba diperintahin pulang. Aku nggak tahu pingin berbuat apa,” kata Emma.
Emma yang tetep nggak terima atas pemecatannya (ya iyalah, sapa juga yang mau pasrah dipecat cuma gara-gara punya wajah dan tubuh aduhai kayak gini) itu pun menduga kalo manajer yang memecatnya itu adalah orang yang pernah ngajak doi kencan, tapi ajakannya ditolak. Jadi berasa nunjukin "oh, jadi elo nolak gue? Oke, gue juga bisa nolak elo dari kerjaan ini!" Ih, nggak laki banget deh!
Sementara itu, pemilik perusahaan itu yang bernama Adam Luckwell ngejelasin kalo pihaknya lagi menyelidiki tuduhan Emma dan memandang serius pemecatan sehabis Emma 3 bulan kerja di perusahaannya itu. Nah, kalo menurutmu sendiri gimana nih sob? Emang salah ya kalo cantik dan seksi?
0 komentar:
Posting Komentar