Jumat, 17 Maret 2017

Diperiksa Polsek Tanah Abang, Sandiaga Uno Dicecar 8 Pertanyaan


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno selesai memenuhi panggilan polisi. Sandiaga dicecar 8 pertanyaan sebagai saksi terkait kasus pencemaran nama baik pada anggota komunitas berlari.

Sandiaga diperiksa sekitar 45 menit di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017). Sandiaga keluar dari ruangan pemeriksaan pukul 09.50 WIB bersama Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim.

"Baru saja saya memberikan keterangan, pada suatu sebuah perseteruan, yang mungkin diakibatkan dari kesalahpahaman oleh dua anggota komunitas lari, ini adalah materi hukum dan saya tidak bisa berkomentar lebih banyak lagi," kata Sandiaga.

Sandiaga mengaku ditanya 8 pertanyaan terkait posisinya saat kejadian berlangsung. Ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Ada 8 atau 9 pertanyaan yang ditanyakan. Pertantaannya apa saya ada di sana dan saya katakan tidak. Saya tidak mengerti relevansinya dengan saya. Tidak mengerti sama sekali," katanya.

Sandiaga mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang dinilainya sangat profesional. Ia meyakinkan tidak merasa terganggu terkait agenda politik yang dijalani.

"Saya salut pada Kapolsek yang sangat profesional. Sangat teliti dan menunjukkan bahwa aparat kepolisisan betul-betul dalam posisi yang sangat siaga untuk menghadapi laporan dari medsos ini kerja cepat dari unit polsek," katanya.

"Ini menurut saya bisa menjadi contoh penanganan hukum yang sangat cepat dan profesional sehingga tidak ada lagi keraguan terhadap calon pimpinan daerah dan calon pejabat publik yang diterpa isu tidak sedap baik secara sengaja mapun tidak sengaja. Saya tidak merasa terganggu dan ini menjadi konsekuensi dari setiap politisi, pimpinan kepala daerah maupun jabatan publik, harus siap dan tranparan," sambungnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim menjelaskan bahwa kasus tersebut melibatkan perseteruan dalam anggota komunitas lari. Sandiaga, menurut Mustakim, diperiksa karena termasuk dalam komunitas tersebut.

"Jadi gini dulu itu kan komunitas lari. Ada perseteruan, cewek sama cewek. 'Ngapain jangan gila lo. Hanya kata-kata itu saja, jangan gila lo'. Laporannya pencemaran nama baik. Padahal dia kan nggak gila, dikatain gila. Pada saat itu komunitas lari ada sekitar lima atau enam orang lah," katanya.

"(Sandiaga diperiksa) Karena di dalam komunitas itu adalah termasuk di dalamnya itu ada, Pak Sandiaga termasuk dalam komunitas itu. Pokoknya kata-katanya hanya jangan gila lo, itu saja," sambungnya.

Mustakim mengatakan pemeriksaan dilakukan karena masalah tersebut muncul di media sosial. Polisi hanya ingin mengklafirikasi keterangan Sandiaga saat itu.

"Kalau itu masalahnya kan gini, namanya kita kan, situasi begini ada timbul di media sosial, supaya clear. Ya kita clear kan. Pokoknya kacamatanya jangan gila lo. (Sandiaga) Enggak ada ddi tempat). Karena disebutkan oleh pelapor seolah-olah gitu loh. Terus sekarang ditanya. Karena disebutkan oleh pelapor," ujarnya.

Artikel dan sumber terkait ada di sini:

Judul :Diperiksa Polsek Tanah Abang, Sandiaga Uno Dicecar 8 Pertanyaan
Link :Diperiksa Polsek Tanah Abang, Sandiaga Uno Dicecar 8 Pertanyaan

Artikel terkait yang sama:


Diperiksa Polsek Tanah Abang, Sandiaga Uno Dicecar 8 Pertanyaan

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Diperiksa Polsek Tanah Abang, Sandiaga Uno Dicecar 8 Pertanyaan

0 komentar:

Posting Komentar