Sabtu, 19 Agustus 2017

Mereka yang Berani Masuk Istana Negara Pakai Sandal dan Bertelanjang Dada


Petugas protokoler Istana Negara di Jakarta dikenal ketat menerapkan aturan. Aturan tersebut berlaku bagi siapa pun, baik petinggi negara mau pun rakyat jelata.

Misalnya, tak seorang pun diperbolehkan masuk Istana dengan memakai celana jeans. Siapa yang memakai sandal jepit, pasti ditegur, disuruh pulang.

Namun ternyata itu semua tak berlaku pada Hari Kemerdekaan Indonesia. Pada perayaan hari kemerdekaan pada 17 Agustus 2017, batas-batas aturan kaku itu tertembus.

Buktinya, Ketua Suku Arfak dari Timur Indonesia Frans Maksim datang dengan memakai sandal. Bahkan ia tak memakai kemeja seperti tamu-tamu undangan perayaan hari kemerdekaan 2016.

Ada juga Yusak Rumambi dari Minahasa, datang hanya pakai sandal dan tak berkemeja. Ia gagah melangkah dengan aksesori tengkorak di dadanya. Kenapa mereka berani?

Foto: Yusak Rumambi mengenakan pakaian adara. Antara


Ini memang karena perayaan 17 Agustus di Istana Negara bertemakan baju Adat. Mau pakai atau tidak pakai sendal, ataupun pakai kemeja atau bertelanjang dada, sah masuk Istana sebagai undangan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah aktor izin masuk mereka. Sang Presiden mengingkan perayaan kemerdekaan pencerminkan ragam budaya, keanekaragaman dari Sabang sampai Merauke.


Sumber : Okezone

Artikel dan sumber terkait ada di sini:

Judul :Mereka yang Berani Masuk Istana Negara Pakai Sandal dan Bertelanjang Dada
Link :Mereka yang Berani Masuk Istana Negara Pakai Sandal dan Bertelanjang Dada

Artikel terkait yang sama:


Mereka yang Berani Masuk Istana Negara Pakai Sandal dan Bertelanjang Dada

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mereka yang Berani Masuk Istana Negara Pakai Sandal dan Bertelanjang Dada

0 komentar:

Posting Komentar